Bahas Poin Penting Dalam Beragama, Inilah Paparan Lengkap Ustadz Dr Muhammad Hanafi Lc
Ustadz Dr Muhammad Hanafi Lc M.S.y saat menyampaikan ceramah agama, Kamis (5/3/2026).
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Setiap usai sholat subuh berjamaah, Pengurus Masjid Nurul Muhisnin terus melaksanan kajian. Memasuki hari yang kelima belas bulan ramadhan ini ustadz yang menyampaikan kajian yakni, ustadz Dr Muhammad Hanafi Lc M.S.y, Kamis (5/3/2026), Sebelum menyampaikan ceramah agama ustadz Dr Muhammad Hanafi Lc M.S.y pertama-tama mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yenag telah memberikan kesehatan, keberkahan serta umur yang panjang, sehingga bisa hadir di dalam majelis ilmu yang sangat istimewa ini, Tak lupa, ustadz Muhammad Hanafi berkirim salawat tas Nabi Muhammad SAW, karena dengan banyak bersalawat akan mendapatkan safaat dan akan diakui sebagai umatnya di yaumil akhir kelak.

Dalan ceramahnya ustadz Dr Muhammad Hanafi Lc M.S.y menjelaskan tentang manhaj dalam beragama. Dikatakan ustadz Dr Muhammad Hanafi Lc M.S.y dalam menjalankan agama harus mengerti terlebih dahulu pokok persoalan, sehingga tidak berlarut- larut melakukan kesalahan dalam beribadah kepada Allah SWT. Ada tiga poin penting yang mesti diperhatikan dalam beragama yakni akidah, syariat dan akhlak. ''Akidah, syariat, dan akhlak adalah tiga kerangka dasar ajaran Islam yang saling terintegrasi: akidah (iman/akar) adalah fondasi keyakinan hati, syariat (aturan/batang) adalah tata cara ibadah dan muamalah, serta akhlak (perilaku/buah) adalah cerminan mulia dari iman dan syariat yang benar, sering diibaratkan seperti pohon.
Kemudian Akidah merupakan keyakinan atau iman yang menghunjam kuat di dalam hati, mencakup rukun iman (percaya kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan takdir). Lalu ada Syariat. Aturan-aturan Allah SWT yang mengatur perilaku manusia, mencakup ibadah (hubungan manusia dengan Tuhan) dan muamalah (hubungan antarmanusia). Dan yang terakhir ada Akhlak. Refleksi dari akidah dan syariat yang terwujud dalam perilaku, moral, dan etika mulia sehari-hari. Oleh sebab itu, ketiganya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan; akidah yang kuat akan mendorong syariat yang taat, menghasilkan akhlak yang mulia,'' papar ustadz Muhammad Hanafi Lc M.S.y di hadapan jamaah yang hadir.

Pada kesempatan ini ustadz Muhammad Hanafi Lc M.S.y membahas tentang Bid’ah . Dijelaskan ustadz Muhammad Hanafi Lc M.S. makna Bid’ah merupakan istilah dalam Islam yang merujuk kepada inovasi atau penambahan sesuatu yang baru dalam agama yang tidak ada pada zaman Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. Secara umum, bid'ah dianggap sebagai sesuatu yang tidak diinginkan dalam Islam, karena bisa menyebabkan penyimpangan dari ajaran asli agama Islam. ''Akan tetapi dalam perjalanan Islam, tidak semua bid’ah digolongangkan sesat. Ada beberapa yang dikategorikan sebagai bid’ah yang baik, seperti pembukuan Al-Qur’an dan Hadits, diadakannya shalat tarawih berjamaah dan sebagainya. Selain itu juga kita harus menguasai ajaran Nabi SAW secara menyeluruh.
Bisa dilihat dari berbagai literasi tentang sunnah-sunnah Nabi dengan segala amaliahnya. Karena ada beberapa orang yang sering salah kaprah menuduh amaliah saudara Muslim lainnya sebagai ajaran bid’ah yang menyimpang, padahal ada sumber dan dalilnya. . Oleh sebab itu, kita harus paham dulu persolan dan hukumnnya seperti apa, sehingga kita tidak termasuk orang yang selalu mengatakan orang lain bidah, karema tidak sependapat dengan kita. Menurut Imam Syafi'i, bid'ah dibagi menjadi dua: Bid'ah Mahmudah (terpuji) yang sejalan dengan dalil syariat, dan Bid'ah Madzmumah (tercela) yang bertentangan dengan Al-Qur'an, sunnah, atsar, atau ijma'. Bid'ah terpuji tidak melanggar agama. Sedangkan yang tercela dianggap sesat,'' tutur ustadz Muhammad Hanafi Lc M.S.y.***

Tulis Komentar